Pekanbaru – Bupati Kampar Ahmad Yuzar menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2026 Bank Riau Kepri Syariah yang digelar pada Kamis, 1 April 2026.
Kehadiran Bupati Kampar dalam forum strategis tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan sektor perbankan syariah sebagai salah satu pilar penting pembangunan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa RUPS LB merupakan momentum penting dalam menentukan arah kebijakan perusahaan ke depan, terutama dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
“Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mendorong tata kelola perusahaan yang baik, transparan, serta berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia juga berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam RUPS LB mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Kami berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam forum ini dapat membawa kemajuan signifikan bagi Bank Riau Kepri Syariah, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau secara umum,” tambahnya.
RUPS LB tersebut dihadiri oleh para pemegang saham, jajaran direksi, komisaris, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Forum ini menjadi wadah penting dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, mulai dari evaluasi kinerja, penyesuaian kebijakan, hingga penetapan langkah-langkah bisnis ke depan.
Dalam pembahasan yang berlangsung, penguatan Good Corporate Governance (GCG) menjadi fokus utama. Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan syariah.
Bupati Kampar juga menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi di tengah perkembangan ekonomi global dan digitalisasi sektor keuangan.
“Perbankan syariah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah. Ini penting agar tetap kompetitif dan relevan di tengah persaingan industri keuangan,” jelasnya.
Selain itu, Bank Riau Kepri Syariah diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor riil, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami mendorong Bank Riau Kepri Syariah untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan akses pembiayaan yang mudah, serta mendukung pelaku UMKM agar naik kelas dan lebih berdaya saing,” tegas Ahmad Yuzar.
Sementara itu, salah satu peserta RUPS LB menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah penting dalam memastikan arah bisnis perusahaan tetap berada pada jalur yang sehat dan berkelanjutan.
“RUPS LB ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi titik penting dalam memperkuat fondasi perusahaan agar lebih transparan, profesional, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya RUPS LB Tahun 2026, Bank Riau Kepri Syariah diharapkan semakin solid dalam menghadapi tantangan industri perbankan, sekaligus mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis prinsip syariah.
Kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
(ADV)












