Kampar  

Anak PAUD Diduga Dikeluarkan Usai Ibu Menangis ke Prabowo, Konflik Masalah MBG, Plt Kadis Dispora Kampar Angkat Bicara 

Kampar, Riau – Isak tangis seorang ibu pecah saat menyampaikan keluhan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia mengadu terkait dugaan ketidakadilan yang dialami anaknya yang disebut-sebut dikeluarkan dari sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Ranah Baru, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Peristiwa memilukan ini diduga berawal dari persoalan MBG yang berkembang menjadi konflik antar wali murid, hingga berujung pada dikeluarkannya seorang anak dari PAUD Pos Melati yang berada di bawah naungan yayasan setempat.

Ibu tersebut diketahui bernama Nurul. Sambil terisak, ia memohon perhatian Presiden Prabowo agar hak pendidikan anaknya dapat kembali dipulihkan.

“Tolong Pak Prabowo, anak kami diberhentikan dari sekolah. Kami orang kecil, Pak,” ucap ibu Nurul dengan suara bergetar.

“Gara gara saya posting Nasi MBG Di Medsos langsung anak saya di keluarkan dari Paud Pak Prabowo, Tolong kami pak Prabowo kami orang susah pak Prabowo”,teriak sambil menangis ibu Nurul kepada presiden Prabowo Subianto di unggahan tiktok.

Plt Kadis Dispora Kampar Turun Tangan

Sigap Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kampar, Helmi SH, MH, menyatakan akan segera menindaklanjuti persoalan yang melibatkan wali murid dan pihak yayasan PAUD Pos Melati.

Dengan singkat ia mengatakan “Besok pagi kami turun dan akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak sekolah serta orang tua murid untuk klarifikasi masalah ini,” Ucap Helmi SH, MH melalui pesan tertulis, Minggu (28/12).

Diduga Dipicu Perselisihan Orang Tua Murid, Viral di TikTok

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, konflik ini diduga bermula dari perselisihan antar orang tua murid terkait MBG. Persoalan tersebut kemudian melebar dan menjadi viral di media sosial TikTok melalui akun bernama Nurul Haryati Ning.

Dalam video yang beredar luas, istri seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Kampar diduga melontarkan kata-kata makian kepada ibu nurul. Ucapan tersebut dinilai tidak pantas dan menuai kecaman dari masyarakat.

Tak hanya itu, dalam video yang sama, yang bersangkutan juga diduga melontarkan kalimat bernada ancaman dan intimidatif, bahkan menyebut akan “memasukkan ke jeruji besi”.

Anak Diduga Jadi Korban Konflik Orang Dewasa

Pasca insiden tersebut, anak ibu Nurul diduga dikeluarkan dari PAUD Pos Melati. Hal ini menimbulkan keprihatinan publik karena konflik antar orang dewasa dinilai berdampak langsung pada hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

 

Upaya Konfirmasi ke Anggota DPRD

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Anasril, yang disebut-sebut sebagai suami dari pihak yang terlibat dalam video viral tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp telah terbaca (centang dua), namun belum mendapat balasan.

Desakan Perlindungan Hak Anak

Peristiwa ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat. Berbagai pihak mendesak agar pemerintah daerah, dinas terkait, serta lembaga perlindungan anak segera turun tangan untuk mengusut persoalan ini secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Hingga kini, pihak Yayasan PAUD Pos Melati juga belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemberhentian anak tersebut.

 

Berita ini akan terus diperbarui seiring perkembangan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

 

(Penulis Dani)