Kampar, : KamparBersatu.com– Usai pengerjaan progres rehabilitasi Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar jadi sorotan masyarakat kini tertuju pada tumpukan material bekas cor dan batu pecah yang terlihat berserakan di depan halaman Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar, Kamis (28/5/2026).
Proyek rehabilitasi Masjid Al-Ihsan Islamic Center tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Nur Rizki Abadi dengan anggaran bersumber dari APBD Kabupaten Kampar senilai lebih kurang Rp19 miliar.
Meski progres pekerjaan fisik telah rampung dikerjakan, namun di lokasi masih tampak tumpukan sisa material berupa bekas cor semen, batu pecah, dan sambat yang menggunung serta belum dibersihkan. Kondisi itu menuai perhatian dan keluhan dari masyarakat yang melintas di sekitar kawasan Islamic Center Bangkinang Kota terkesan terlihat jorok.
Sejumlah warga menilai pihak rekanan kontraktor terkesan kurang memperhatikan kebersihan lingkungan pasca pekerjaan selesai.
“Kalau pekerjaan sudah selesai, seharusnya area sekitar juga dirapikan kembali. Ini malah masih ada tumpukan bekas cor dan batu pecah berserakan. Sangat disayangkan karena berada di kawasan Islamic Center dan depan Kantor MUI,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari hasil pantauan, benar terlihat tumpukan material sisa pekerjaan masih berada di depan halaman Kantor MUI Kampar dan belum diangkut ke tempat pembuangan.
Kondisi ini pun memunculkan sorotan spontan dari masyarakat yang berharap pihak kontraktor segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan seluruh sisa material proyek agar kawasan Islamic Center kembali tertata rapi dan nyaman dipandang.
Masyarakat meminta pihak rekanan PT Nur Rizki Abadi dapat bertanggung jawab menyelesaikan pembersihan area sekitar proyek, terutama material bekas cor semen dan batu pecah yang masih menumpuk di lokasi.
Pihak rekanan PT Nur Rizki abadi sudah lama meninggalkan mesjid islamic Center tanpa memikirkan efek dari hasil kerja yang belum maksimal, terlihat jorok di Perkarangan halaman depan kantor MUI kampar.












