Kampar  

Kepsek SMAN 2 Tibun Klarifikasi Polemik Bangunan Koperasi Merah Putih

oplus_34

Kampar — Kepala Sekolah SMAN 2 Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Syaiful Afrizon, S.Pd., M.Pd., memberikan klarifikasi terkait polemik pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang sempat menimbulkan isu konflik beberapa hari terakhir.

 

Syaiful Afrizon menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah sesuai amanah yang diberikan oleh Gubernur Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

 

“Saya selaku kepala sekolah hanya semata-mata mengabdi dan menjalankan tanggung jawab yang diamanahkan. Terkait persoalan pembangunan Koperasi Merah Putih beberapa hari lalu, tidak ada niat sedikit pun untuk memperkeruh suasana,” ujar Syaiful Afrizon saat dikonfirmasi, Jumat (8/1/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara pembangunan gedung koperasi tersebut murni berdasarkan instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sambil menunggu kejelasan perizinan resmi dari Gubernur Riau.

 

“Kami hanya menjalankan perintah dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, yaitu menghentikan pembangunan sementara sampai adanya izin dari gubernur,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Syaiful menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menolak pembangunan koperasi, selama seluruh prosedur perizinan telah dipenuhi.

 

“Jika izin dari gubernur sudah terbit, silakan pihak terkait melanjutkan pembangunan koperasi. Bagi kami tidak ada masalah,” tambahnya.

 

Namun demikian, pihak sekolah berharap agar lokasi pembangunan tidak berada di lapangan sepak bola sekolah, karena dinilai dapat mengganggu fasilitas olahraga dan aktivitas siswa.

 

“Kami berharap kepada pihak desa tibun agar posisi bangunan koperasi tidak ditempatkan di lapangan sepak bola, karena itu merupakan fasilitas penting untuk kegiatan olahraga siswa,” ujarnya.

 

Ia menutup klarifikasinya dengan harapan agar penjelasan tersebut dapat dipahami oleh semua pihak dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

“Demikian klarifikasi ini kami sampaikan kepada publik agar dapat dipahami bersama,” tutup Syaiful Afrizon.

 

(Dani)