Kampar  

Orasi APPSI di Pasar Atas Inpres Bangkinang Memanas, MPP Disorot

Kampar – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, aksi unjuk rasa yang digelar Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Terminal Pasar Atas/Inpres Bangkinang, Senin (16/2/2026), berlangsung panas.

 

Aksi dipimpin Ketua APPSI, Safrudin Pakia, yang menyoroti kebijakan PT Makmur Permata Putra (MPP) terkait harga sewa lapak pedagang kaki lima yang dinilai terlalu tinggi.

 

“Kami sangat keberatan. Harga yang ditetapkan MPP mencekik pedagang kecil,” tegas Safrudin.

 

Ia mengungkapkan, dalam perjanjian sebelumnya MPP meminta royalti Rp1,5 miliar dibayar di muka, sementara APPSI hanya menyanggupi Rp100 juta per tahun. Safrudin juga menyebut dalam kontrak tersebut diatur bahwa pemerintah daerah tidak bisa ikut campur.

 

Menurutnya, hal ini memunculkan pertanyaan tentang peran Pemerintah Kabupaten Kampar sebagai pemilik wilayah. “Pemda harus hadir dan menjadi pelindung pedagang kaki lima. Jangan sampai kalah oleh kebijakan perusahaan yang memberatkan rakyat kecil,” ujarnya.

 

APPSI mengklaim siap menurunkan harga hingga 50 persen jika diberi kesempatan mengelola lapak. “Kalau MPP menetapkan Rp23 juta, kami siap Rp12 juta,” tambahnya.

 

Para pedagang yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap APPSI dan berharap ada solusi konkret menjelang Ramadhan demi keberlangsungan usaha mereka.

 

(Penulis Dani)