Kampar  

Klarifikasi Anggota DPRD Kampar Anasril Soal Polemik MBG Sungai Tonang

Oplus_0

Kampar – Beredar video klarifikasi dari Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Anasril, dari Partai NasDem pada Jumat (27/2/2026), terkait polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sungai Tonang.

Sebelumnya, nama Anasril sempat menjadi sorotan setelah viral pemberitaan media online yang menyebut dirinya diduga mengancam Kepala Desa Sungai Tonang, Yeni Rahman, akan dilaporkan ke polisi.

Dalam video klarifikasinya, Anasril membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur ancaman dalam percakapan yang beredar.

“Saya di sini tidak mengancam Yeni Rahman seperti yang diviralkan dalam video tersebut. Waktu itu, dalam percakapan telepon seluler, saya hanya mengatakan dan bertanya kepada Yeni, apakah persoalan P3K sudah selesai,” ujar Anasril.

Ia menjelaskan, pertanyaan tersebut murni untuk memastikan apakah persoalan yang dimaksud sudah tuntas atau belum. “Saya hanya bertanya, apakah Yeni menerima atau tidak. Kalau tidak menerima, lalu siapa yang menerima? Itu yang saya pertanyakan,” jelasnya.

Anasril juga menyampaikan bahwa dirinya mengajak untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut ke permerintah daerah apabila memang belum selesai. Namun, menurutnya, terjadi kesalahpahaman sehingga ucapannya dianggap sebagai ancaman.

Lebih lanjut, Anasril menyebut dirinya sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Yayasan Al Fatah, yang bertujuan membantu masyarakat dalam menjalankan program Presiden Prabowo Subianto.

Terkait polemik porsi MBG di Desa Sungai Tonang, khususnya di MTsN 006 Kampar, Anasril menegaskan bahwa mitra tidak memiliki kewenangan dalam operasional dapur.

“Untuk cukup atau tidaknya porsi MBG, silakan dipertanyakan kepada petugas dapur. Karena kami sebagai mitra tidak berwenang dalam operasional,” tambahnya.

Sebelumnya, program MBG dari Yayasan Al Fatah di Desa Sungai Tiang sempat menjadi perbincangan setelah muncul keluhan bahwa porsi makanan di MTsN 006 Kampar diduga tidak mencapai nilai Rp10.000 per siswa.

Demikian informasi yang dihimpun media ini.