Kampar  

PT Sinar Mas Diduga Cemari Sungai Seikijang Tapung Hilir, Ribuan Ikan Mati Mendadak

Kampar – Aktivitas perusahaan yang terafiliasi dengan PT Sinar Mas kembali menjadi sorotan. Warga Desa Seikijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, mengeluhkan dugaan pencemaran aliran Sungai Seikijang yang menyebabkan ribuan ikan mati mendadak dalam jumlah besar pada Senin malam (2/2/2026).

 

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan pembuangan limbah dari anak perusahaan PT Sinar Mas, yakni PT Naga Mas dan PT Naga Sakti. Di lokasi kejadian, tampak ikan-ikan mengapung dan mati di sepanjang aliran sungai yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian dan kebutuhan air bagi warga setempat.

 

Sejumlah warga menyampaikan keluhan karena kondisi air sungai diduga telah tercemar dan merusak ekosistem. Mereka menilai peristiwa ini bukan pertama kali terjadi dan meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan.

 

“Air sungai berubah warna dan berbau, lalu ikan-ikan mati mendadak. Kami sangat dirugikan,” ujar salah seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan.

 

Masyarakat mendesak agar pihak perusahaan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

 

Sebelumnya, perusahaan tersebut juga sempat menjadi sorotan akibat dugaan limbah dari aktivitas peremajaan (replanting) kebun sawit yang dinilai berdampak pada lingkungan sekitar. Kini, warga kembali mempertanyakan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sinar Mas telah dikonfirmasi terkait dugaan pencemaran tersebut, namun belum memberikan keterangan resmi.

 

Warga juga meminta aparat kepolisian serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengambilan sampel air guna memastikan penyebab kematian ikan, serta menegakkan hukum demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.