Kampar – Kepala Desa Muara Uwai, Edi Akmal, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat terkait tanggung jawabnya dalam pengurusan administrasi gaji perangkat desa yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sejumlah warga mengaku kecewa atas kinerja kepala desa yang dianggap tidak memprioritaskan kebutuhan aparatur desa, terutama dalam hal pencairan gaji. Kondisi ini dinilai semakin memprihatinkan karena terjadi menjelang Idul Fitri, saat kebutuhan ekonomi meningkat.
“Lebih baik mundur saja dari jabatan kepala desa daripada nanti didemo masyarakat,” ujar seorang warga Muara Uwai yang enggan disebutkan namanya, Jumat (20/03/2026).
Warga tersebut menilai, Edi Akmal tidak menunjukkan tanggung jawab penuh sebagai kepala desa. Ia disebut lebih fokus mengurus kepentingan pribadi, termasuk lahan sawit miliknya, dibanding menjalankan tugas pemerintahan desa.
“Seharusnya kepala desa mengutamakan kepentingan masyarakat dan perangkat desa. Ini malah terkesan lebih mementingkan urusan pribadi,” tambahnya.
Keterlambatan pencairan gaji perangkat desa seperti kaur dan staf lainnya dinilai sangat berdampak, terutama di momen menjelang hari raya idul Fitri 1447H. Para perangkat desa disebut sangat membutuhkan hak mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepala Desa Muara Uwai, Edi Akmal, terkait tudingan yang disampaikan oleh warga.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar persoalan ini segera ditangani, sehingga tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar di tengah masyarakat.
***












