Kampar  

Peroleh Suara Terbanyak, Datuk H. Marwas Resmi Komandoi LAK Kampar

KAMPAR, — Lembaga Adat Kampar (LAK) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Balai Adat Kampar, Bangkinang Kota, Minggu (13/9/2026). Agenda utama Mubes tersebut yakni pemilihan Ketua LAK periode 2026–2031.

Proses pemilihan diikuti peserta yang memiliki hak suara. Dalam tahapan awal, terdapat tiga kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketua LAK.

Namun, Ketua LAK periode 2021–2026, Datuk H. Yusri, M.Si., yang sebelumnya masuk sebagai salah satu kandidat, menyatakan mengundurkan diri sebelum proses pemungutan suara dimulai.

Panitia Mubes kemudian memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengusulkan kandidat pengganti. Namun, hingga tahapan tersebut berakhir, tidak terdapat kandidat tambahan yang diajukan.

Pemilihan akhirnya dilanjutkan dengan dua kandidat, yakni H. Marwas dan Pendi Sugara Datuk Batuah Kenegerian Air Tiris.

Berdasarkan hasil pemungutan suara yang disampaikan dalam Mubes, H. Marwas memperoleh suara terbanyak dengan 171 suara, sedangkan Pendi Sugara memperoleh 30 suara. Disebutkan sebanyak 208 suara masuk dalam proses pemilihan.

Dengan hasil tersebut, panitia Mubes LAK menetapkan Datuk H. Marwas sebagai Ketua Lembaga Adat Kampar periode 2026–2031.

Sehari setelah terpilih, Senin (14/9/2026), Datuk H. Marwas menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatiannya terkait kondisi Balai Adat Kampar.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi agar Balai Adat Kampar dapat menjadi tempat yang lebih representatif bagi kegiatan adat dan masyarakat.

“Masih banyak yang akan kita benahi. Saya sangat prihatin melihat kondisi Balai Adat saat ini,” ujar Datuk H. Marwas saat ditemui awak media, Senin (14/9/2026).

Ia menyoroti sejumlah fasilitas yang dinilai perlu segera mendapat perhatian, di antaranya keberadaan mushalla serta fasilitas WC/MCK yang hingga kini belum tersedia secara memadai.

“Untuk mushalla dan WC/MCK, insyaallah secepat mungkin akan kita bangun. Kita juga akan mempercantik Balai Adat ini agar lebih nyaman dan layak digunakan untuk berbagai kegiatan,” katanya.

Datuk H. Marwas menegaskan, pembenahan Balai Adat menjadi salah satu perhatian awal setelah dirinya dipercaya memimpin LAK Kampar. Ia menyadari bahwa upaya tersebut membutuhkan dukungan dan kebersamaan dari berbagai pihak.

“Saya sangat memprihatinkan melihat kondisi Balai Adat. Insyaallah kita akan mencari solusi dan dukungan bersama untuk membenahi serta memperbaiki fasilitas yang ada,” tuturnya.

Ia berharap Balai Adat Kampar ke depan tidak hanya menjadi simbol kelembagaan adat, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan adat, budaya, silaturahmi dan musyawarah masyarakat Kampar.

Menurutnya, keberadaan Balai Adat yang representatif merupakan bagian penting dalam menjaga marwah adat Kampar sekaligus menjadi ruang bersama bagi para Datuk, tokoh masyarakat dan generasi muda untuk terus mengenal serta melestarikan adat dan budaya daerah.

Datuk H. Marwas juga mengajak seluruh unsur adat dan masyarakat Kampar untuk bersama-sama membangun LAK dengan semangat kebersamaan. Baginya, amanah sebagai Ketua LAK merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan untuk kepentingan adat dan masyarakat secara luas.

“Ini amanah yang diberikan kepada saya. Tentunya tidak mungkin saya bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan seluruh Datuk, tokoh masyarakat dan masyarakat Kampar. Insyaallah secara bersama-sama kita benahi LAK dan Balai Adat ini,” harapnya .

Di akhir kata Datuk Marwas titip salam kepada Datuk yusri Ketua Lak kampar sebelum nya. Semoga kami bisa melanjutkan perjuangan beliau dan mampu melanjutkan perjuangan beliau untuk kedepannya”, tutup Dt Marwas