Kampar – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar tengah menjadi sorotan publik setelah beredarnya video yang menampilkan rangkaian rapat hingga aktivitas di lapangan terkait program tersebut.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pihak mulai dari pejabat, pengusaha, hingga pelaksana teknis terlibat dalam diskusi serius membahas jalannya program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Rapat yang berlangsung itu memperlihatkan beragam pandangan terkait arah dan implementasi program. Salah satu peserta menegaskan pentingnya menjaga keselarasan antara kepentingan pengusaha dan tujuan utama program agar tidak terjadi penyimpangan.
“Arah dan tujuannya harus jelas, jangan sampai melenceng,” tegasnya.
Selain itu, berbagai kendala di lapangan turut diungkap, mulai dari persoalan distribusi hingga teknis pelaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi agar dapat berjalan optimal.
Pada Selasa, 14 April 2026, cuplikan video juga memperlihatkan aktivitas di dapur produksi makanan. Para pekerja tampak menyiapkan makanan sesuai standar, menandakan program telah berjalan. Namun demikian, aspek pengawasan dinilai masih perlu diperketat.
Sorotan publik semakin menguat setelah muncul dugaan adanya oknum pengelola yang dinilai tidak menjalankan tugas secara maksimal. Bahkan, beredar indikasi praktik tidak sehat dalam pengelolaan program tersebut.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Kabupaten Kampar, Jefry Noer, terlihat turun langsung ke lapangan. Ia berdialog dengan masyarakat serta meninjau kondisi pelaksanaan program guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima.
“Agar poin-poin yang sudah dirancang benar-benar berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Pada bagian akhir video, ditampilkan kondisi siswa sekolah sebagai penerima manfaat program. Momen tersebut menjadi pengingat kuat bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang tinggi. Dengan demikian, MBG menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika terbukti terdapat penyimpangan, tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat dinilai menjadi langkah penting.
Transparansi dan pengawasan yang ketat menjadi kunci agar program strategis ini tetap berjalan sesuai tujuan utamanya—yakni meningkatkan kesejahteraan, kualitas gizi, dan masa depan anak bangsa.
(Dani)












