Kampar – Meski telah berdiri gapura bertuliskan “Selamat Datang di Kampung Tangguh Anti Narkoba” di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, sejumlah warga mengaku prihatin karena peredaran narkotika jenis sabu diduga masih marak terjadi di wilayah tersebut.
Warga menyebut, penyalahgunaan narkoba diduga berdampak pada meningkatnya aksi pencurian hasil perkebunan milik masyarakat, seperti buah sawit, jeruk manis, hingga kelapa muda. Menurut mereka, aksi tersebut diduga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan membeli narkotika.
Ironisnya, meski pemerintah desa telah memasang gapura sebagai simbol komitmen memerangi narkoba, warga menilai praktik transaksi sabu diduga masih berlangsung, bahkan disebut terjadi pada siang maupun malam hari di sekitar jalur alternatif Bangkinang–Pulau–Kuok.
“Harapan kami bukan hanya slogan anti narkoba, tetapi juga ada tindakan nyata untuk memberantas peredaran narkoba di desa ini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (22/7/2026).
Warga mendesak Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar agar meningkatkan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Binuang. Mereka berharap aparat dapat mengungkap jaringan yang diduga beroperasi sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dapat kembali kondusif.
Keterangan resmi dari pihak Polres Kampar Kasat Narkoba bakal sikat habis suluruh pelaku narkoba bandar mau pun pecandu maupun Pemerintah Desa Binuang terkait keluhan warga tersebut. Apabila terdapat tanggapan resmi.












