Pelantikan Pengurus Off-Road IOF di Danau Rusa, jadi Bahan kritik, Bangunan Fasilitas Tangga Hancur  di Lindas Kendaraan off-road

KAMPAR – Kegiatan olahraga otomotif off-road Indonesia Off-Road Federation (IOF) di kawasan wisata Danau Rusa, Kecamatan Xlll Koto Kampar  Kabupaten Kampar, menuai kritik keras dari masyarakat. Pasalnya, dalam sebuah video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial, terlihat sebuah kendaraan off-road melintasi bangunan tangga yang merupakan bagian dari fasilitas wisata hingga mengalami kerusakan.

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kampar Ahmad yuzar di dampingi sekda Kampar Ardi Mardiansyah dan rombongan. sejatinya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menjadi ajang olahraga otomotif dan petualangan, kegiatan itu juga diharapkan mampu mempromosikan potensi wisata Kabupaten Kampar.

Namun, sangat disayangkan, munculnya adegan kendaraan off-road yang melintasi fasilitas tangga hingga rusak justru memunculkan kekecewaan dan kritik dari masyarakat.

Salah seorang anggota grup Ikatan Pemuda Kampar Riau (IPKR) menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung kegiatan olahraga off-road tersebut. Akan tetapi, dukungan itu bukan berarti membenarkan tindakan yang berpotensi merusak fasilitas umum.

“Sebetulnya kita sangat suka melihat event ini. Kita mendukung kegiatan olahraga seperti ini karena bisa memperkenalkan wisata Danau Rusa. Tetapi, setelah melihat aksi kendaraan yang melindas bangunan tangga hingga hancur, terus terang saja rasa suka saya terhadap kegiatan ini langsung hilang dan mulai tidak Sur,” ungkapnya dalam percakapan grup tersebut.

Ia menilai, fasilitas wisata yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dijaga dan dirawat bersama, bukan justru dijadikan lintasan kendaraan yang berpotensi merusaknya.

“Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kampar, seharusnya fasilitas yang sudah dibangun dirawat dengan baik. Jangan sampai fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat justru dirusak dalam kegiatan yang seharusnya membawa manfaat bagi daerah,” tegasnya.

Masyarakat Pertanyakan Tanggung Jawab Penyelenggara

Lebih jauh, masyarakat mempertanyakan apakah sebelum kegiatan berlangsung sudah dilakukan survei lintasan dan koordinasi dengan pihak pengelola kawasan wisata Danau Rusa.

Menurutnya, kegiatan olahraga ekstrem seperti off-road memang membutuhkan jalur khusus yang sesuai dengan standar keselamatan dan tidak mengganggu maupun merusak fasilitas umum.

“Janganlah bertindak seolah-olah fasilitas yang ada itu tidak ada nilainya. Memangnya bangunan tersebut dibangun menggunakan uang kakek mereka? Itu dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Seharusnya kita sama-sama menjaga,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sorotan masyarakat ini juga mengarah kepada kepemimpinan organisasi IOF yang baru saja dilantik, yakni anggota DPRD Provinsi Riau, Diski, yang dikenal dengan sapaan Ombak Diski.

Masyarakat berharap kepengurusan IOF dapat menunjukkan tanggung jawab dan memberikan contoh yang baik dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga otomotif, terutama ketika menggunakan kawasan wisata dan fasilitas milik pemerintah.

Bupati Kampar Diminta Lebih Bijak

Masyarakat juga meminta Bupati Kampar agar lebih bijak dan selektif dalam mendukung setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas pemerintah daerah.

Dukungan pemerintah terhadap kegiatan olahraga dan promosi wisata tentu patut diapresiasi. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan, tanggung jawab penyelenggara, serta komitmen menjaga aset daerah.

Jangan sampai kegiatan yang awalnya bertujuan mempromosikan pariwisata dan menghidupkan Usahan UMKM Masyarakat justru meninggalkan persoalan baru berupa kerusakan fasilitas yang nantinya harus kembali diperbaiki menggunakan anggaran daerah.

Harapan Masyarakat

Masyarakat berharap pihak penyelenggara IOF segera Bertanggung Jawab dengan Hancurnya tangga danau rusa yang sudah di lindas mobil Off-road.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui dinas Pariwisata dan pengelola wisata Danau Rusa diminta segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan.

Jangan hanya kegiatan seremonial dan kemeriahan event yang menjadi perhatian, sementara kondisi aset daerah justru di Hancurkan dengan seketika.

Video yang menjadi sorotan tersebut diketahui bersumber dari rekaman yang dibagikan melalui media sosial, bersumber dari beranda Facebook Syaiful Sanggam, serta beredar di grup WhatsApp.