Kampar, Riau – Aksi spontan yang dilakukan oleh wali murid SD Negeri 021 Tarai Bangun pada Rabu, 12 November 2025, menggemparkan masyarakat Kampar. Dipicu oleh insiden seorang oknum guru yang membanting makanan, aksi ini berujung pada rapat fasilitasi yang diadakan di SDN 02 Desa Pulau Permai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Aksi Spontan Picu Keresahan
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB ini melibatkan puluhan wali murid yang membawa spanduk berisi 14 tuntutan. Dengan menggunakan pengeras suara, mereka menyuarakan berbagai permasalahan yang meliputi perilaku guru yang viral di media sosial, dugaan pungutan liar (pungli), hingga masalah ijazah yang belum dibagikan.
Rapat Fasilitasi: Upaya Mencari Solusi
Menanggapi aksi tersebut, diadakan rapat fasilitasi yang dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain:
– Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar
– Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman
– Kades Tarai Bangun, Andra Maistar
– Korwil Kecamatan Tambang, Endang Purwanti
– Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Dasar Kec. Tambang, Abdul Hamid
– Bhabinkamtibmas Desa Tarai Bangun, Aipda Lukman Hakim
– Sekitar 100 wali murid SD Negeri 021 Tarai Bangun
14 Tuntutan yang Mengemuka
Dalam aksi tersebut, wali murid menyuarakan 14 tuntutan yang menjadi perhatian utama, yaitu:
1. Perilaku guru sesuai video yang viral.
2. Iuran tanah timbun Rp. 50.000 per orang tua.
3. Iuran Penghijauan sekolah Rp. 35.000 per anak.
4. Potongan Rp. 50.000 bagi Penerima PIP.
5. Pembelian buku TKA.
6. Tidak transparan masalah keuangan awal masuk sekolah tanpa bukti kwitansi.
7. Suami dan anak Kepala Sekolah yang menjadi guru sering libur mengajar.
8. Perkataan guru yang kurang terkontrol ke anak-anak, kadang berkata kotor.
9. Sikap arogan guru kepada anak-anak.
10. Kepala sekolah kurang bijak dalam mengambil keputusan.
11. Uang masuk sekolah berbeda nominalnya.
12. Adanya oknum guru yang arogan bernama Reza.
13. Ijazah anak-anak tamat tahun 2025 belum dibagikan.
14. Penggantian Komite sekolah.
Keputusan Cepat: Kepala Sekolah Dinonaktifkan
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Kampar mengambil langkah cepat dengan memenuhi 14 tuntutan wali murid. Salah satu keputusan penting adalah menonaktifkan Kepala Sekolah SD Negeri 021 Tarai Bangun dan menunjuk Bapak Hamid sebagai Pelaksana Harian (Plh). Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar juga berjanji akan terus memantau kegiatan di SD Negeri 021 Tarai Bangun hingga kepala sekolah definitif dilantik.
Situasi Terkini: Terkendali dan Kondusif
Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman memastikan bahwa situasi selama aksi berlangsung aman dan terkendali. Pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan kondusif.
Harapan Masyarakat
Dengan adanya tindakan cepat dari Dinas Pendidikan dan pihak kepolisian, masyarakat berharap masalah ini dapat segera diselesaikan secara tuntas. Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 021 Tarai Bangun dapat kembali berjalan dengan baik dan memberikan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
**Hamdani**












