Kampar  

“Purwadi Akan Diganti 2026”: Kabar Bom dari Dekat Bupati Kampar Terkonfirmasi Lewat Pesan WhatsApp, Purwadi Akui Pergantian Besar 21 April 2026 

KAMPAR, 22 November 2025 – Kabar mengenai pergantian kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) nasional yang semula beredar di lingkaran terkait kini mendapatkan konfirmasi langsung dari Purwadi sendiri melalui pesan WhatsApp. Sebelumnya, seorang sumber yang sangat dekat dengan Bupati Kampar Ahmad Yuzar telah secara tegas menyatakan bahwa ketua BAZNAS saat ini akan “Bergeser” pada tahun 2026 – dan kini Purwadi mengakui bahwa pergantian besar-besaran akan terjadi tepat pada 21 April 2026 karena masa jabatan komisioner habis dan Undang-Undang mengharuskan rekrutmen ulang.

 

Kata-kata tajam dari sumber dekat Bupati Ahmad Yuzar diucapkan pada hari Jumat (21/11) saat berbicara dengan beberapa narasumber setempat. “Kalian tengok besok ketua Purwadi itu akan di ganti – sudah pasti,” tegas sumber tersebut, tanpa mau menyebutkan alasan resmi dari pihak terkait. Namun, ia tak ragu mengungkapkan alasan pribadinya: “Purwadi itu kan sudah terlalu lama menjabat jadi sewajarnya beliau di istirahatkan di rumah. Sudah waktunya generasi baru yang membawa nuansa segar dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.”

 

Diketahui, Purwadi mulai menjabat sebagai ketua BAZNAS nasional sejak masa kepemimpinan Bupati Kampar Catur Sugeng – periode yang kini dianggap “terlalu jauh” oleh sebagian kalangan pendukung pergantian. Selama masa jabatan tersebut, meskipun banyak program zakat telah dilaksanakan, tidak sedikit yang menilai kinerja BAZNAS masih kurang optimal dalam mencapai masyarakat paling membutuhkan, terutama di daerah pelosok.

 

Yang lebih menarik, sumber dekat Bupati Ahmad Yuzar juga mengajukan tuntutan tegas: “Kita Kampar ini seharusnya putra Daerah yang cocok memimpin Amil Zakat nasional. Bukan hanya karena asal daerah, tapi karena kita tahu betul bagaimana zakat harus didistribusikan secara adil dan efektif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal yang kemudian bisa dijadikan contoh nasional.”

 

Pernyataan ini langsung menimbulkan pertanyaan: apakah ada nama spesifik putra Kampar yang sudah ditargetkan? Sumber tersebut tetap menyembunyikan informasi itu, hanya mengatakan bahwa “ada calon yang layak dan sudah siap untuk membawa perubahan.”

 

Meskipun awalnya tidak ada konfirmasi resmi dari BAZNAS nasional maupun Kementerian Agama – yang hanya menyatakan bahwa “semua informasi akan diumumkan melalui saluran resmi” – Purwadi sendiri telah mengirimkan pesan WhatsApp yang mengakui kenyataan pergantian. “21 April 2026. Masa jabatan Komisioner yang 5 orang itu habis. UU…. Harus rekrutmen ulang,” tulisnya secara lugas, menjawab spekulasi yang sudah berkembang.

 

Kabar ini sudah menyebar cepat di media sosial dan lingkaran masyarakat setempat, menimbulkan komentar pro dan kontra. Sebagian mendukung pergantian sebagai wujud revitalisasi, sementara yang lain menilai Purwadi masih memiliki kontribusi yang bisa diberikan dan menuntut proses yang transparan serta sesuai aturan.

 

Dengan konfirmasi langsung dari Purwadi, pertanyaan yang semula “apakah kabar itu benar?” kini bergeser menjadi “siapakah yang akan menggantikan beliau, dan apakah harapan sumber dekat Bupati Kampar agar putra daerah menjabat akan terwujud?” Semua mata kini tertuju pada proses rekrutmen ulang yang akan datang di BAZNAS nasional.

 

Penulis: Dani