Kampar  

Diduga Perbuatan Mafia Solar Bersubsidi: Puluhan Truk Terjebak Antrean Panjang Tiap Subuh di SPBU Bangkinang

Kampar – Ulah oknum yang diduga berperan sebagai mafia minyak solar bersubsidi kembali merugikan masyarakat kecil. Di SPBU Bangkinang Kota dengan nomor seri 14.284.622, wilayah hukum Polres Kampar, dampak penyelewengan ini terasa nyata hingga ke pengemudi truk.

Pantauan awak media usai salat Subuh, puluhan kendaraan berat berderet memanjang menunggu giliran pengisian. Stok sering kosong atau putus mendadak—semua diduga akibat penimbunan dan pengaliran ke jalur gelap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Seorang sopir yang berkepala botak berbicara tegas di lokasi: “Susah sekali cari solar sekarang. Tiap subuh, tiap larut malam kami harus antre. Media tolong pantau terus gerak‑gerak mereka, pasti ketahuan siapa yang sebenarnya memainkan minyak ini!”ucap sopir dan truck di lokasi rabu (24/6/2026).

Ia pun menuntut tindakan tegas: “Lihatlah kami, sopir truk yang cuma cari nafkah jadi tersiksa. Sudah dua bulan antrean memanjang di sepanjang Jalan Prof M. Yamin. Kalau dibiarkan terus, kami mau makan apa? Polisi jangan diam saja. Kapolres Kampar wajib turun tangan, ini mata pencaharian kami!”tambang nya.

Kemarahan terasa meluap. Warga menyebut perbuatan oknum ini sudah keterlaluan—mengorbankan kepentingan ribuan pekerja demi keuntungan pribadi. Untuk mengecer minyak di permukaan industri ilegal di kampar Hingga kini, belum ada langkah nyata yang diumumkan pihak berwajib, namun tekanan publik makin kuat menuntut pembongkaran jaringan tersebut demi memulihkan pasokan solar bersubsidi yang tepat sasaran.