Kampar  

Kades Senama Nenek Bantah Isu Kabur ke Malaysia: “Saya Pulang dan Tetap Layani Masyarakat

Tapung Hulu – Kepala Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, H. Abdoel Rachman Chan akhirnya buka suara terkait isu yang menyebut dirinya kabur ke Malaysia usai dikabarkan terseret persoalan lahan BUMN. Dengan tegas, ia membantah tudingan tersebut dan menilai pemberitaan yang beredar terlalu menggiring opini tanpa konfirmasi yang utuh.

Rachman menegaskan bahwa keberangkatannya ke Malaysia pada tanggal 3 hingga 7 Mei 2026 bukan untuk melarikan diri, melainkan mengikuti agenda resmi Study Management and Business di Management and Science University (MSU), Malaysia. Menurutnya, perjalanan tersebut telah direncanakan jauh hari dan dilengkapi dokumen perjalanan resmi.

“Saya bukan kabur atau buron. Kalau saya lari, kenapa saya kembali ke Indonesia dan langsung bekerja seperti biasa melayani masyarakat Senama Nenek?” tegas Rachman, Sabtu (09/05/2026).
Usai kembali ke Indonesia pada 8 Mei 2026, Rachman mengaku langsung menjalankan aktivitas pemerintahan desa dan memimpin kegiatan Sosialisasi Program Ramah Lingkungan di Kantor Desa Senama Nenek bersama masyarakat serta pihak perusahaan.

Ia juga menepis kabar yang menyebut dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyerobotan lahan BUMN. Hingga kini, kata Rachman, dirinya belum pernah menerima surat resmi ataupun panggilan penetapan tersangka dari pihak kepolisian.

“Sampai hari ini saya belum menerima penetapan tersangka secara resmi dari Polda Riau. Kalau memang ada proses hukum, saya siap hadir dan kooperatif,” ujarnya.

Selain itu, Rachman turut membantah tuduhan pemalsuan surat lahan maupun pengerahan massa. Ia menegaskan seluruh administrasi desa dibuat berdasarkan fakta lapangan serta mekanisme pelayanan pemerintahan yang berlaku.

Menurutnya, persoalan yang berkembang saat ini lebih mengarah pada sengketa batas wilayah dan hak pengelolaan masyarakat yang seharusnya diselesaikan melalui jalur musyawarah dan proses hukum yang adil, bukan melalui opini liar di media sosial maupun pemberitaan yang belum terverifikasi.

“Saya meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar. Faktanya hari ini saya ada di kantor desa, tetap bekerja dan melayani warga seperti biasa,” tutupnya.