Kampar – Kondisi cat pada Jembatan Waterfront City, Bangkinang Kota, kembali menjadi sorotan masyarakat. Proyek pengecatan yang dibiayai APBD Kabupaten Kampar senilai sekitar Rp733 juta itu dinilai warga mengalami penurunan kualitas, karena warna cat mulai memudar hingga mengelupas dalam waktu yang relatif singkat setelah selesai dikerjakan.
Sejumlah warga menyebut perubahan warna dari ungu dan di perbaiki ulang menjadi warna merah di beberapa bagian menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kualitas material maupun pelaksanaan pekerjaan.
“Kami berharap pemerintah mengevaluasi proyek ini. Kalau baru berjalan sebentar tapi cat sudah memudar dan mengelupas, tentu wajar jika kami minta penjelasan penyebabnya,” ujar salah satu warga, Sabtu (11/7/2026).
Proyek ini dilaksanakan saat Dinas PUPR Kabupaten Kampar masih dipimpin oleh pejabat pelaksana tugas (Plt) kepala dinas periode sebelumnya.
Berbagai pihak mendorong instansi berwenang melakukan pemeriksaan teknis mendalam, untuk memastikan apakah kondisi ini disebabkan kualitas bahan yang tidak sesuai spesifikasi, kesalahan metode pengerjaan, faktor cuaca, atau alasan lainnya.
Perlu ditegaskan: Hingga saat ini belum ada bukti sahih yang membuktikan adanya penyimpangan anggaran, mark-up, maupun pelanggaran hukum dalam proyek tersebut.
Media ini masih berupaya meminta tanggapan dari mantan Plt Kadis PUPR saat proyek berjalan, serta Dinas PUPR Kampar terkait spesifikasi teknis, masa garansi, dan langkah pemeliharaan selanjutnya.
Seluruh pihak yang disebut berhak memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.












