Pekanbaru – Perjalanan besar sering kali lahir dari langkah sederhana. Itulah yang tergambar dari sosok Wahyu Trinanda Puteri, finalis Duta Pariwisata Riau 2026 yang membawa semangat budaya dari akar tanah kelahirannya di Batu Bersurat, Kabupaten Kampar.
Lahir pada 1 Januari 2004, Wahyu tumbuh dalam lingkungan budaya Melayu yang kuat dan penuh nilai. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Riau (UIR), jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan (Tari), yang semakin mengasah kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah.
Namun di balik penampilannya yang anggun di atas panggung, tersimpan cerita perjuangan yang tidak ringan. Sejak kecil, Wahyu dibesarkan oleh sang ayah setelah kehilangan ibunda tercinta. Meski demikian, ia meyakini bahwa doa sang ibu tetap menyertai dari langit, menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah hidupnya.
Perjalanan Wahyu di dunia pageant dimulai sejak tahun 2022 melalui ajang Z Face Zetizen Riau, di mana ia berhasil menembus TOP 50. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan penting yang membawanya ke ajang berikutnya, Pemilihan Bujang Dara Pelalawan 2023. Di sana, ia menunjukkan perkembangan signifikan dengan meraih posisi TOP 5 sekaligus 5th Place Dara Pelalawan 2023.
Memasuki tahun 2026, langkah Wahyu semakin mantap. Ia berhasil lolos melalui jalur umum dalam seleksi Duta Pariwisata Riau dan kini resmi menjadi finalis yang mewakili Kabupaten Pelalawan. Tak hanya itu, pada ajang Launching & Minat Bakat, Wahyu tampil memukau dengan perpaduan syair, lagu Melayu, serta tarian tradisional yang membawanya masuk dalam TOP 3 Penampilan Terbaik.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi amanah. Saya ingin memperkenalkan Riau bukan hanya dari destinasi wisatanya, tetapi juga dari kekayaan budaya seperti syair, lagu, dan tari yang hidup di tengah generasi muda,” ujarnya.
Menjelang Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026, Wahyu menyampaikan harapan besar agar dapat memberikan hasil terbaik bagi Pelalawan dan Provinsi Riau. Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat agar langkahnya semakin kuat.
Bagi Wahyu, gelar Duta Pariwisata bukan hanya simbol prestise. Lebih dari itu, ia ingin menjadi representasi hidup dari budaya daerahnya.
“Ini tentang membawa cerita dari kampung halaman ke panggung yang lebih luas. Dari Batu Bersurat hingga ke Riau, saya ingin dunia melihat keindahan Pelalawan dan budaya Melayu secara lebih dekat,” tutupnya.
Red












