Pacu Sampan Pulau Lawas Semarakkan HUT Kampar ke-76, Masih Terasa Warga Antusias Padati Sungai Kampar

Kampar: Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kampar ke-76 tahun 2026 berlangsung meriah di Kecamatan Bangkinang. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, kembali menghadirkan kemeriahan melalui event budaya Pacu Sampan yang digelar di Desa Pulau Lawas. Kegiatan ini semakin terasa spesial karena bertepatan dengan suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan tradisi Hari Raya Enam yang masih hangat dirasakan masyarakat.

Perlombaan Pacu Sampan yang digelar di bawah jembatan Waterfront City Dusun Kampuong Godang tersebut diikuti oleh 25 tim dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kampar. Tradisi ini menjadi simbol kekayaan budaya masyarakat di sepanjang Sungai Kampar yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.

Dari pantauan awak Media di lapangan, ribuan masyarakat tampak memadati lokasi acara. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang untuk menyaksikan langsung perlombaan tradisional yang penuh semangat dan kekompakan tersebut.

Dalam kegiatan itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar S. Sos MT hadir bersama sejumlah pejabat daerah, termasuk Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, Forkopimda, Kepala OPD, hingga tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal.

Dalam arahannya, Bupati Kampar menegaskan bahwa Sungai Kampar memiliki potensi besar sebagai sumber kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebagai jalur transportasi air, sungai ini juga menjadi pusat kegiatan ekonomi, wisata, dan olahraga tradisional yang bernilai tinggi.

Ia juga menekankan bahwa Pacu Sampan bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Kampar yang harus terus dijaga.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yuzar menyampaikan kutipan penting:
“Sungai Kampar bukan sekadar aliran air, tetapi sumber kehidupan, budaya, dan masa depan ekonomi masyarakat Kampar. Melestarikan tradisi Pacu Sampan berarti menjaga jati diri daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Karena itu, mari kita bersama menjaga kelestarian Sungai Kampar dan bersatu membangun daerah melalui potensi wisata dan budaya yang kita miliki demi masa depan generasi mendatang.”

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Keramaian yang tercipta selama acara berlangsung membuka peluang usaha bagi pedagang lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah.

Salah seorang warga, Rudi (35), mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Pacu Sampan bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus dijaga agar tidak punah.

Sementara itu, Siti (28), pedagang makanan di sekitar lokasi, mengaku mendapatkan peningkatan pendapatan yang signifikan selama acara berlangsung. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu perekonomian masyarakat kecil.

Warga penonton pacu sampan  Andi (42), berharap kegiatan Pacu Sampan dapat dijadikan agenda rutin tahunan yang lebih besar lagi. Ia optimis bahwa jika dikelola dengan baik, kawasan Sungai Kampar dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara.

 

(ADV Hamdani)