Kampar  

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Ranah Singkuang Terus di Sorot, Warga Minta Kamarudin di Periksa

Kampar – Sejumlah warga Desa Ranah Singkuang, Kecamatan Kampar, menyoroti berbagai persoalan yang diduga terjadi selama masa kepemimpinan Kepala Desa Kamarudin. Beragam keluhan disampaikan masyarakat, mulai dari dugaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang tidak tepat sasaran hingga pelaksanaan proyek desa yang diduga dikerjakan oleh kerabat dan keliatan sanak bapak dari kepala desa kamarudin. 

Salah seorang warga yang mengaku bernama Anto mengatakan, masyarakat berharap adanya perhatian dari pihak berwenang terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai terjadi di desa tanah singkuang mintak tim penegak hukum untuk audit seluruh kegiatan di Desa selama masa kamarudin menjabat kades jika perlu  di Adili. Hukum. Kami minta penegak hukum jangan sampai tumpul Ke atas tajam kebawah”, ucapnya.

Sementara itu, Erizal yang mengaku sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ranah Singkuang menyebut terdapat dugaan penerima BLT Dana Desa Tahun 2025 tidak sesuai dengan kriteria yang seharusnya. Menurutnya, masih ada warga yang layak menerima bantuan justru tidak terdaftar, sedangkan sebagian penerima dinilai tidak memenuhi syarat.

Ia juga menduga terdapat warga lanjut usia dan janda yang tidak mampu bekerja tidak memperoleh bantuan, sementara ada penerima lain yang dinilai lebih mampu secara ekonomi. Dugaan tersebut, menurut Erizal, perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi terkait.

Selain persoalan bantuan sosial, warga juga menyoroti pembangunan drainase yang bersumber dari Dana Desa. Mereka menduga proyek tersebut dikerjakan oleh kerabat Kepala Desa Kamarudin. Warga mengaku kecewa karena kondisi fisik drainase, khususnya di depan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Dusun Selatan, disebut telah mengalami kerusakan di sejumlah bagian meski belum terlalu lama selesai dikerjakan.

Berdasarkan pantauan media di lokasi, terlihat terdapat beberapa bagian drainase yang mengalami retak. Selain itu, ketebalan konstruksi di beberapa titik tampak tidak seragam. Namun demikian, media belum dapat memastikan penyebab kerusakan tersebut maupun apakah telah sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

Anto juga mengaku hingga kini masih menunggu pembayaran upah pekerjaan yang menurutnya mencapai lebih dari Rp1 juta. Ia mengklaim pernah mengerjakan sejumlah pekerjaan pada proyek desa atas permintaan kepala desa, namun pembayaran disebut dilakukan secara bertahap dan belum dilunasi hingga saat ini.

Kepala Desa Ranah Singkuang, Kamarudin, belum memberikan keterangan maupun tanggapan terkait berbagai dugaan yang disampaikan warga tersebut. Media masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh konfirmasi agar pemberitaan tetap berimbang.