KAMPAR — Setelah sempat menjadi sorotan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala SMKN 1 Bangkinang Kota, Yusrin, M.Pd., akhirnya memberikan klarifikasi terkait persoalan pengantaran MBG ke sekolah, Selasa (22/9/2026).
Dalam klarifikasinya, Yusrin menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menolak program MBG yang merupakan salah satu program pemerintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah hanya meminta agar teknis pengantaran makanan disesuaikan dengan kondisi kegiatan belajar mengajar, khususnya karena para siswa sedang melaksanakan ujian semester.
“Tidak ada kami pihak sekolah menolak program bagus Presiden ini. Kami hanya meminta kepada pihak MBG agar pengantarannya di-pending sementara selama ujian mid berlangsung,” ujar Yusrin.
Namun, setelah dilakukan komunikasi bersama pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), persoalan tersebut akhirnya mendapatkan titik temu.
Yusrin bahkan meminta agar pengantaran MBG kembali dilakukan seperti biasa. Hanya saja, waktu pengantaran diharapkan dapat dipercepat sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ujian para siswa.
“Antarkanlah seperti biasa. Tapi waktu pengantarannya kalau bisa dipercepat,” ucap Yusrin di hadapan pihak SPPG dan sejumlah awak media yang menyaksikan pertemuan tersebut.
Sebelumnya, persoalan ini sempat ramai dan menjadi bahan pemberitaan. Bahkan muncul anggapan seolah-olah pihak sekolah menolak program MBG yang merupakan program pemerintah.
Melalui klarifikasi tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa persoalan sebenarnya lebih kepada pengaturan waktu distribusi makanan agar dapat menyesuaikan dengan jadwal ujian siswa.
Sementara itu, pihak SPPG dari Yayasan MBG Srikandi Barokah Utama yang berada di Langgini, bersama pihak sekolah, akhirnya menyepakati waktu pengantaran MBG.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pengantaran MBG akan dipercepat sehingga makanan diharapkan sudah tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, pelaksanaan program MBG di SMKN 1 Bangkinang Kota kembali berjalan seperti biasa mulai Kamis pekan ini.
Kedua pihak berharap persoalan teknis terkait waktu pengantaran tidak lagi menjadi kendala, sehingga program MBG dapat tetap berjalan dengan baik sekaligus menyesuaikan dengan kegiatan sekolah.












