Tapung – Dunia pendidikan di Kecamatan Tapung kembali disorot. Kali ini giliran SDN 037 Karya Indah yang menjadi perbincangan hangat warga dan wali murid terkait proses penerimaan tenaga pengajar baru yang dinilai janggal dan tidak transparan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kampar Bersatu dari sumber terpercaya di lingkungan sekolah, pada beberapa bulan lalu sekolah tersebut memang membutuhkan 2 orang guru pengganti.
Kebutuhan itu kemudian terpenuhi dengan masuknya 2 orang guru baru.
Namun, kejanggalan baru terungkap 2-3 bulan setelahnya. Warga dan para guru lain di sekolah tersebut baru mengetahui bahwa kedua guru yang baru masuk itu diduga merupakan adik kandung dari oknum guru senior berinisial L yang masih aktif mengajar di SDN 037 Karya Indah.
“Baru kami tahu belakangan kalau yang masuk itu adik kandung Buk Luluk sendiri. Awalnya tidak ada yang tahu,” ujar salah seorang sumber yang meminta namanya dirahasiakan karena takut diintimidasi, Minggu (20/9/2026).
Sumber mengungkapkan fakta lain yang lebih miris. Guru lama yang posisinya digantikan oleh kedua guru baru tersebut, sebelum mengundurkan diri diduga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan sekolah.
“Guru yang berhenti itu sering dibuat tidak enak, tidak betah. Akhirnya dia memilih mengundurkan diri. Tidak lama setelah itu, masuklah 2 orang adik kandung oknum itu,” beber sumber.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan wali murid. Apakah proses rekrutmen sudah sesuai prosedur Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar? Apakah ada pembiaran praktik nepotisme di lingkungan sekolah negeri.
Kepala SDN 037 Karya Indah dan oknum guru berinisial L sejauh list ini dikembangkan belum berhasil dikonfirmasi. Media ini masih berupaya meminta klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar.
Pihak LSM dan pemerhati pendidikan diminta untuk turun tangan mengusut dugaan praktik nepotisme yang mencoreng dunia pendidikan ini.
Bersambung..












