KAMPAR – Kondisi penerangan di lantai II Kantor Bupati Kampar, tepatnya di depan ruang rapat pimpinan, menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan awak media pada Senin (26/10/2026), sejumlah lampu di lokasi tersebut terlihat padam dan mengalami kerusakan. Bahkan, menurut pantauan di lokasi, penerangan di area tersebut dilaporkan padam total.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan Kantor Bupati Kampar. Pasalnya, gedung tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas pemerintahan daerah yang semestinya terawat dan memiliki fasilitas penerangan yang memadai.
Sorotan semakin mengemuka karena APBD Kabupaten Kampar disebut mencapai Rp2,6 triliun. Dengan nilai anggaran sebesar itu, kondisi lampu yang padam dan rusak di lingkungan kantor pemerintahan menjadi hal yang patut mendapat perhatian, khususnya terkait pemeliharaan aset dan fasilitas perkantoran.
Bagian Umum Setda Kampar Diminta Beri Penjelasan
Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kampar diharapkan memberikan penjelasan mengenai penyebab padamnya sejumlah lampu di lantai II Kantor Bupati Kampar, termasuk langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Pemeliharaan fasilitas perkantoran merupakan hal penting untuk menunjang kenyamanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas kedinasan. Karena itu, kondisi penerangan yang tidak berfungsi semestinya segera diperiksa agar tidak dibiarkan berlarut-larut.
Selain persoalan lampu, beredar pula informasi mengenai tagihan listrik yang disebut-sebut menumpuk. Informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait guna memastikan kebenaran status tagihan, jumlah tunggakan jika ada, serta penyebabnya.
Masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan anggaran daerah dan pemeliharaan fasilitas pemerintahan secara transparan dan akuntabel.
Kamparbersatu.com akan kejar kendala lampu mati di lantai 2 kantor Bupati Kampar untuk konfirmasi lebih lanjut kepada Bagian Umum Setda Kampar mengenai kondisi lampu yang padam dan informasi tagihan listrik Membengkak.










