BANGKINANG KOTA – Mewakili Bupati Kampar, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Drs. Muhammad, M.Si, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar secara resmi membuka kegiatan Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Stanum, Bangkinang Kota, Selasa (28/4), dan dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus, serta anggota KTNA dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Drs. Muhammad, M.Si menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rembug paripurna ini yang dinilai sebagai forum strategis dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara petani, nelayan, serta pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Kampar yang harus terus diperkuat melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
“Rembug paripurna ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Kampar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar dalam kesempatan tersebut turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pertanian modern, seperti peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan teknologi pertanian.
Turut hadir, Julizar selaku Ketua Harian KTNA Kabupaten Kampar periode 2021–2026 yang juga menjabat sebagai Bendahara KTNA Provinsi Riau. Ia menjelaskan bahwa KTNA merupakan organisasi sosial di bidang pertanian yang memiliki peran vital sebagai jembatan antara petani dan pemerintah.
“KTNA berfungsi menyalurkan aspirasi petani dan nelayan agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkap Julizar.
Ia juga berharap melalui forum rembug paripurna ini, seluruh anggota KTNA dapat menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari akses pasar, peningkatan kualitas hasil produksi, hingga adaptasi teknologi.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan sejumlah rekomendasi strategis yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kemajuan sektor pertanian serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar.












